Jejak ekologis adalah ukuran bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi kemampuan Bumi untuk menyerap limbah dan menyediakan sumber daya. Semua aspek gaya hidup kita, mulai dari pola konsumsi energi hingga kebiasaan makan, mempengaruhi lingkungan secara langsung maupun tidak langsung. Pola hidup yang boros dan berbasis konsumsi berlebihan dapat meningkatkan jejak ekologis, yang dapat mempercepat eksploitasi sumber daya alam dan memperburuk perubahan iklim.

Seringkali, urbanisasi yang tidak terencana meningkatkan risiko banjir, terutama di daerah perkotaan. Banjir di kota terutama disebabkan oleh pembangunan infrastruktur tanpa perencanaan tata ruang yang baik, pengalihan fungsi lahan hijau menjadi area beton, dan sistem drainase yang tidak memadai. Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga menurunkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup.

Senator Mirah menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal aspirasi para ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya terkait kebutuhan akan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB yang lebih representatif. Senator Mirah, wakil rakyat di Senayan, memahami betapa pentingnya bagi MUI untuk memiliki fasilitas yang cukup untuk berkonsentrasi pada kegiatan keagamaan, pemberdayaan umat, dan proses pengambilan keputusan strategis. Masalah ini mencuat setelah sejumlah ulama NTB menyuarakan kondisi kantor MUI yang kurang mendukung aktivitas organisasi. Senator Mirah langsung merespons dengan menginisiasi dialog terbuka bersama tokoh agama setempat. Ia juga berjanji untuk membawa isu ini ke tingkat nasional agar mendapat perhatian pemerintah pusat.

Tokoh inspiratif dari Bima yang berhasil meninggalkan kesan besar di Senayan adalah Mirah Midadan Fahmid. Ia membawa semangat baru ke dunia politik nasional, terutama dalam memperjuangkan kepentingan orang-orang di daerah terpencil yang sering terabaikan. Perjalanan hidup Mirah penuh dengan tantangan. Ia berasal dari keluarga sederhana di Bima dan tumbuh dengan semangat juang untuk mengubah dunia. Mirah menjadi cerdas dan peka terhadap masalah sosial seperti pengelolaan sumber daya alam, kesetaraan gender, dan pendidikan berkat pendidikan dan pengalaman hidupnya. Mirah berkonsentrasi di Senayan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan kebijakan yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal. Ia juga terkenal karena berani mengadvokasi keinginan rakyat kecil dan mendukung keadilan untuk semua orang.